Sekitar Kita

Just another WordPress.com site

Memangkas carang liar di pohon rohani kita dengan Firman Tuhan

KETAATAN (Pelajaran dari kisah hidup DANIEL)

DANIEL 12:1-10

12:1 “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.

12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.”

12:5 Kemudian aku, Daniel, melihat, maka tampaklah berdiri dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain di tepi sungai yang sebelah sana.

12:6 Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: “Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?”

12:7 Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!”

12:8 Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”

12:9 Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.

12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

 

Perikop ini judulnya adalah akhir zaman. Pada era  1990 an hingga akhir 2000 gereja-gereja ramai membicarakan tentang akhir zaman. Ada yang berani meramalkan sampai ketahun-tahunnya, bahkan ada yang berani menyebutkan tanggal mainnya. Seperti Filipus Jung Il Kuk dari korea yang berani meramalkan kedatangan Yesus yang kedua kali pada 28 Oktober 1992. Boleh-boleh saja engkau membuat penafsiran tentang akhir zaman. Namun kalau engkau sampai berani menyebutkan tanggal kedatanganNya satu hal yang harus kau ingat adalah Daniel sendiri tidak diberi tahu. Coba buka ayatnya, baca deh ayat yang diatas ini:

 

Daniel 12:4,28

Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.

12:8 Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”

12:9 Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.

 

Nah kalau Daniel sendiri saja tidak diberi tahu masakan kamu yang hanya hamba Tuhan biasa bisa tahu. Hati-hati. Bahkan Yesus saja menyebutkan begini:

 

Matius 24:36

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.

Nah, oleh sebab itu sikap kita yang benar dalam berbicara tentang akhir zaman adalah kita musti dengan rendah hati mengakui bahwa kita tidak tahu kapan tanggal kedatangannya. Yang bisa kita ketahui hanyalah tanda-tandanya.

 

MATIUS 24:32

Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

24:33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu

 

Di USA sudah diberlakukan penanaman Chip di instansi-instansi khusus. Jika engkau pergi ke bandara di sana beberapa warga yang sering bepergian dengan pesawat diberikan layanan cepat. Apa itu layanan cepat ?. Setiap orang yang ingin mendapatkan pelayanan cepat bisa melalui loket khusus. Tentu saja sebelumnya orang itu telah di data secara computerise. Sample irish matanya di scan terlebih dahulu. Kemudian seluruh pergelangan tangannya didata oleh computer. Jika ia melewati mesin scanner di loket maka semua data pribadinya akan muncul, mulai dari foto wajahnya, foto dahinya sampai mata, alamat domisilinya, id nya bahkan sampai data kesehatan rumah sakit dan asuransinya terbaca semuanya. Bahkan jika engkau penggemar ikan louhan sekarang ini beberapa perusahaan ikan louhan telah memberi semacam chip didalam tubuh ikan tersebut. Sehingga seandainya ikan itu dicuri maka dengan mudah polisi bisa melacak keberadaan ikan tersebut. Dewasa ini keadaan menjadi sangat sulit. Negara-negara maju memasuki ambang kebangkrutan dan perusahaan-perusahaan yang semula tak disangka akan pailid justru mengalami kehancurannya. Belum lagi ditambah dengan bencana alam yang terjadi dimana-mana. Ini adalah pertanda kehancuran dunia. Ini pertanda akhir zaman. Kira-kira pada tahun 12,000 SM sebuah gunung di Indonesia yang sekarang dikenal sebagai Krakatau, namun pada masa itu tidak dinamai demikian, melainkan disebut gunung atlantis meletus dengan letusan yang mahadahsyat. Membuat  suhu bumi yang ketika itu sedang mengalami zaman es di era pleistosen menjadi panas. Sehingga lapisan es meleleh menyebabkan banjir bandang secara besar-besaran yang kemudian membenamkan sebagian wilayah Indonesia. Dulu wilayah yang sekarang adalah laut jawa, selat malaka, selat sunda dan laut arafuru itu tidak ada. Semuanya itu masih berupa daratan. Akibat pelelehan es itulah maka area itu sekarang tertutup air. Seorang akhli bernama Prof.Aryo Santosh mengungkapkan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya wilayah Indonesia yang terendam air itu. Oke, seandainya gunung itu meletus lagi secara dahsyat sebagaimana letusan di era pleistosen itu, bagaimana ? Akankah itu menjadi pertanda kehancuran dunia ?. Pada zaman ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda, yaitu sekitar abad 18 an Gunung Krakatau pernah meletus juga. Dan itu menelan korban hingga ribuan nyawa melayang. Untunglah pada waktu itu jumlah penduduk Indonesia tidak sebanyak sekarang. Padahal letusan Krakatau di abad 18 itu belumlah sehebat letusannya di tahun 12,000 SM yang lalu. Ya, teman-teman semua, ini adalah pertanda kesudahan zaman.

 

Tapi saat ini kita tidak akan membicarakan soal akhir zaman. Yuk kita baca ayat 10 dari kitab yang telah kita baca diatas:

 

Daniel 12:10

Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

 

Firman Tuhan itu akan memurnikan hati kita. Firman itu akan membersihkan seluruh kehidupan kita. Sasaran dari pemuridan yang kami lakukan di GBI Sangkakala, yang di berikan oleh KCC  yang di pimpin oleh Ibu Maqdalene adalah : Mengerat carang-carang yang menghambat Pertumbuhan. Bayangkan jika anda adalah sebatang pohon anggur. Seharusnya yang anda hasilkan adalah buah anggur. Anggur itu manis dan segar. Namun sebagai batang anggur ternyata anda ditunggangi oleh benalu. Maka jika anda ingin tumbuh subur dan menghasilkan buah yang baik pertama-tama carang liar yaitu benalu itu harus di kerat terlebih dahulu.

 

Galatis 5:22

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

Seharusnya pohon rohani  anda menghasilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan dan penguasaan diri. Namun gara-gara ada benalunya sehingga tumbuh carang-carang liar, yaitu carang kesombongan, kerakahan, egois, iri hati, dengki, permusuhan, kebencian, pembunuhan, kenajisan, percabulan dll. Nah semua carang-carang benalu itu musti kita pangkas, kita basmi sampai keakar-akarnya.

 

Galatia 5:19-21

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

 

Sungguh luar biasa. Ternyata jika pohon rohani kita masih memiliki carang-carang benalu itu maka kita tidak akan mendapat tempat didalam kerajaan Allah. Nama kita tidak terdapat didalam kitab kehidupan di Surga. Karena kitab kehidupan itu ditulis berdasarkan apa yang telah kita lakukan dengan hidup kita. Apakah kita telah melakukan kehendakNYA ?, yang dimaksud dengan melakukan kehendak Allah bukan berarti kita menjadi aktifis di gereja, ya!, oh saya kan sudah jadi singer, bahkan Worship Leader lagi …., Oh saya kan pemain musik !, saya kan sudah membawakan renungan !. Tidak bukan itu. Kau boleh saja kegereja setiap hari. Bahkan tidur digereja sekalipun namun kalau kau tidak punya hati kepada Tuhan maka kau tidak akan terpakai.

 

Amsal  14:12

Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

 

Amsal  21:2

Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

 

Percuma kau melakukan sesuatu yang menurutmu baik, kalau sesuatu itu bukannya kehendak Tuhan. Kau boleh saja menyebar hartamu kepada orang-orang miskin. Tetapi kalau hatimu tidak ada Yesus nya maka semua tindakkanmu itu akan sia-sia. Karena kita tidak diselamatkan dengan perbuatan baik melainkan oleh anugerah Allah melalui Yesus Kristus.

 

Pada suatu hari didalam pemuridan digereja kami setiap orang diberikan form isian. Didalam form itu seluruh anggota diminta untuk menilai dirinya sendiri. Tentang kesetiaannya kepada Tuhan, Pelayanan kepada Tuhan, tentang ketaatan kepada pemimpin rohani dan tentang pengiringannya kepada Yesus. Ternyata tiap-tiap orang memberi nilai yang tinggi pada item-item tersebut. Ada yang memberi angka 7,8,9 bahkan ada yang berani memamerkan angka 10 pada pengiringannya kepada Yesus. Sesuah itu form itu dikumpulkan, lalu kami diberikan form lain lagi. Kali ini kami tidak di minta untuk menilai diri sendiri melainkan menilai teman-teman kami. Setelah semua form itu terisi maka form itu dikumpulkan. Memang sifat nya rahasia. Hanya fasilitator kamilah yang mengetahui isinya. Lalu fasilitator kami itu membuat nilai rata-rata. Ternyata setelah diumumkan nilai rata-rata yang diberikan oleh teman-teman kami sangat rendah. Yang semula memberi nilai dirinya 7, ternyata menurut nilai rata-rata yang teman-teman kami berikan hanyalah 2, atau yang menilai dirinya 8, ternyata hanya 3 dan yang 10 ternyata hanya 5. Rupanya waktu menilai diri kita sendiri kita menyangka kita sudah berbuat benar. Kita sudah baik. Sudah luar biasa. Itulah sebabnya ada yang berani memasangkan angka 10, luar biasa !, itu menurut pandanganku sendiri, bagaimana menurut pandangan orang lain ?. Kita selalu melihat selumbar dimata sesama kita tetapi lupa akan balok yang cukup besar yang merintangi mata kita. Sesudah itu fasilator kami mengajak kami untuk refleksi diri. Kita bandingkan kehidupan kita dengan para pahlawan Iman. Waktu di bandingkan dengan Yusuf masih ada yang berani menilai dirinya dengan angka 3.

“yang benar ?”, kata fasilitator kami. Kemudian dia membandingkan kami dengan kehidupan Daniel, yang dikebiri oleh raja nebukadnezar menjadi seorang kasim yang melayani pribadi raja, dimana seluruh harapan hidupnya hilang lenyap, masa depannya seolah tersaput awan kelam.

“berapakah nilai hidupmu jika hidupmu dibandingkan dengan Daniel ?”, kata Fasilitator kami.

Eh masih ada seorang peserta pemuridan yang belagu, namanya Yohanes Purwoko alias saya sendiri yang menyadur renungan ini yang berani menilai dirinya dengan angka 1. “Wow, angka satu ?”, kata fasilatator kami, “sekarang bagaiamana dengan Ayub ?, dalam satu hari seluruh hartanya habis, anak-anaknya tewas dalam sebuah kecelakaan secara bersamaan, belum cukup, seluruh tubuhnya terkena kanker kulit yang gatal dan sangat menderita, masih ada lagi, isterinya yang tercinta meninggalkannya, nah, sekarang Pak Yohanes, berapakah nilai hidupmu kalau dibandingkan dengan Ayub ?”. Aku tidak menjawab. Teman-teman yang lain pun diam. Kami semua sadar bahwa nilai hidup kami tak ada artinya dibanding mereka. Bahkan untuk menyebut angka 0-besar pun belum cukup. Sesudah itu Fasilitator kami, ibu Inta Handoyo berkata, “Nah sekarang bagaimana kalau dibandingkan dengan YESUS ?”.

“Wow…… tak ada artinya sama sekali !”, kata salah seorang dari teman kami. Semua kami menitikkan air mata, sadar bahwa kami telah membuat penilaian keliru terhadap masing-masing kami. Jika dibandingkan dengan Ayub saja tak ada apa-apanya, apalagi dengan YESUS sang Raja segala raja yang rela meninggalkan tahtanya di sorga untuk turun kedunia menderita sengsara menggantikan kita semua. Wah, sungguh tak artinya kami semua, seolah tenggelam didalam laut yang sangat dalam.

 

Oleh sebab itu jika mendengar Firman Tuhan dan Firman itu menegur kita bertobatlah dari dosa kita. Janganlah kita menghakimi orang lain, akh, firman itu tepat sekali buat si ini, atau si itu. Akh itu cocok sekali buat dia. Tuh dengar tuh Firman ! itu tepat sekali buat kamu yang curang !. jangan ! biarkan Tuhan berurusan sendiri dengan temanmu jika memang dia berbuat demikian. Firman yang kau dengar itu adalah untuk dirimu sendiri. Tidak perlu mengurus orang lain. Orang lain punya cerita sendiri dari Tuhan.

 

Wah masih banyak yang harus kubicarakan. Tapi ya, nanti lagi ya… sebab khotbahnya Ibu Pdt.Lie Tjin sudah selesai …. hehe…..

 

Disadur Oleh Yohanes Purwoko

Dari khotbah Ibu Pdt.Lie Tjin

GBI Sangkakala Tangerang

Minggu 17 Juni 2012

 

 

 

 

 

 

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: