Sekitar Kita

Just another WordPress.com site

Kebun Anggur

Minggu 10 Juni 2012

RENUNGAN KHOTBAH

GBI Sangkakala Tangerang

Jalan Imam Bonjol

 

Khotbah oleh     : Ibu Inta Handoyo

Wl oleh                 :Bp.Robby Paulus Wijaya

Singers                 : Ibu Kasih Delove

:Ibu Maywati

 

Lagu:

Apapun yang terjadi dalam hidupku ini

Tak pernah kuragukan kasihMu Tuhan

Lewat gunung yang tinggi dalam lembah yang curam

Tak pernah kuragukan janjiMu Tuhan

Kau berfirman dan sembuhkanku

Kau bersabda dan bangkitkan

Tiada yang mustahil bagiMu

Yesus kupercaya padaMU

 

Ayat firman TUHAN

Yohanes 15: 1-41

5:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

 

Suatu hari ibu Inta mengunjungi sebuah perkebunan anggur di Australia. Dia melihat sebuah pohon anggur, sebagai berikut:

Batang anggur itu amat kecil, besarnya hanya sepertiga dari  kelingking ibu Inta.

Ranting itu amat rapuh.

Namun pokoknya besar.

Kita mirip seperti ranting itu. Kecil. Namun apabila melekat pada pokoknya, yaitu Yesus Tuhan maka kita akan berbuah banyak. Dalam perkebunan anggur yang ibu Inta kunjungi semua carang itu diikat menjadi satu dengan pokoknya. Ikatan itu adalah bagaikan gereja Tuhan. Persekutuan dengan Tubuh Kristus.

 

Sekalipun ranting itu kecil dan rapuh namun batang pokoknya sangat kuat. Pokoknya lah yang menyebabkan pertumbuhan, bukan rantingnya. Rantingnya sendiri ga bisa bikin apa-apa. Kalau dia terpisah dari pokoknya maka dia akan mati.

 

SETIAP ranting itu dibersihkan. Dipangkas oleh pengusahanya. Daun-daun yang ga perlu dipotesin. Buah-buah yang berjejalan harus di jarangkan. Yang bantat dibuang. Supaya pohon itu menghasikan buah yang baik. Begitu juga Tuhan akan memangkas pohon kehidupan kita dari carang-carang yang tidak perlu.

 

Dua helai daun disisakan oleh pengusaha anggur untuk menudungi setiap gompyokkan anggur.

Daun pertama: adalah YAITU KEBANGGAAN BAHWA KITA MEMILIKI ALLAH YANG PERKATAAN ADALAH YA DAN AMIN. Allah yang TIDAK PERNAH BERDUSTA.

Daun kedua: YAITU KEBANGGAAN BAHWA ENGKAU BOLEH MELAYANI YESUS, RAJA SEGALA RAJA.

Manusia boleh membuang kita. Dunia boleh mengacuhkan engkau, nyuekin eloe, ga apa-apa, emang gue pikirin……! asalkan TUHAN MELAYAKKAN KITA UNTUK MELAYANI NYA….. wow…… ini lebih dari segalanya !.

 

Ketika engkau dibenci orang, ketika emosimu dipancing supir angkot dijalanan yang sering bertingkah laku kurang ajar, ketika engkau ditekan, masihkan ada buah-buah kebaikan keluar dari dirimu ? atau jangan-jangan yang keluar adalah buah-buah kemarahan, pembalasan. Kalau kita dimaki oleh supir angkot maka kita balas memakinya, malah kalau perlu  gaplokin aja tuh  cangkemnya si supir yang tidak berpendidikan itu.

 

Kita memiliki Allah yang benar. Kita memiliki Allah yang membela kita. Semua penderitaan yang kau alami dibumi ini tak bisa dibandingkan dengan besarnya kemuliaan yang akan kita terima kelak dari Bapa.

Didalam keagungannya Daud pernah mengalami dilema hidup, yaitu anaknya sendiri ingin mendepaknya dari tahtanya. Pada waktu itu Daud telah mengalami kejayaannya. Ia tak pernah mengira bahwa yang akan menindasnya adalah anaknya sendiri. Ia telah mengalahkan semua musuh-musuhnya. Mengapa itu terjadi ? Allah mengizinkan semunya itu untuk memangkas carang-carang yang tidak benar dari Daud, carang-carang kesombongan, tinggi hati, tidak mebutuhkan Tuhan. Dengan munculnya tantangan dari keluarganya sendiri Daud belajar untuk berserah kepada Tuhan.

 

Bapa bukanlah pengusaha kismis, tetapi anggur. Dia tidak ingin menghasilkan manisan yang sudah kering, melainkan buah yang segar. Gereja yang gemar berfilsafat, yang senang berdebat dan menghakimi gereja lainnya adalah bagaikan manisan anggur, atau kismis. Enak memang, namun tidak segar. Kalau kau banyak makan kismis maka kau akan terkena diabetik. Kismis adalah sesuatu yang mati. Tetapi anggur segar bervitamin.

 

Minggu, 10 Juni 2012

Renungan           :Ibu Inta (Gembala Jemaat GBI Sangkakala)

Disadur oleh       :Yohanes Purwoko

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: