Sekitar Kita

Just another WordPress.com site

DOA

MEMBANGUN MENARA JAGA

 

Teman-teman yang baik. Wow, kita jumpa lagi ya. Setelah sekian lamanya kita berpisah. Maka saya akan memulai sebuah block yang baru. Yang berisi renungan Firman Tuhan. Kali ini kita akan membiacakan tentang pentingnya senjata-senjata rohani.

 

II TAWARIKH 26:9-10

Uzia mendirikan menara di Yerusalem di atas Pintu Gerbang Sudut di atas Pintu Gerbang Lebak dan di atas Penjuru, serta mengokohkannya.

Ia mendirikan juga menara-menara di padang gurun dan menggali banyak sumur, karena banyak ternaknya, baik di Dataran Rendah maupun di Dataran Tinggi. Juga ia mempunyai petani-petani dan penjaga-penjaga kebun anggur, di gunung-gunung dan di tanah yang subur, karena ia suka pada pertanian

 

Uzia masih berusia 16 tahun tatkala ia memerintah negeri Yehuda. Namun diusianya yang masih muda itu ia telah mampu membuat banyak perubahan bagi bangsanya. Ia memperoleh banyak kemenangan atas musuh-musuhnya. Tentu saja yang menjadi kunci dari keberhasilannya itu berada diayat yang keempat dan kelima:

 

II TAWARIKH 26:4-5

 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.

Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil

 

Yaitu HIDUP BENAR DIMATA TUHAN.

 

Kalau kita membaca ayat 9 dan 10 diatas dimana Uzia membangun menara diatas tembok Yerusalem. Untuk apakah menara itu ? tentu saja untuk mengintai musuh yang akan menyusup kedalam negerinya. Kita juga musti memiliki menara yang demikian. Dan menara kita adalah doa. Doa memagari kota rohani kita, yaitu kehidupan kita dari serangan musuh. Siapakah musuh kita ? tentu saja kalau engkau menyebutnya iblis itupun tidak salah. Namun musuh kita bukan hanya iblis. Tetapi keakuan kita, ego kita dan sifat tamak kita. Memang iblis menstimuli kelemahan kita. Dia menyusup agar dosa bisa menguasai hidup kita. Ia mencari celah yang terbuka. Ia bisa masuk melalui luka bathin yang berkepanjangan. Makanya kalau engkau terluka segeralah sembuhkan luka itu. Balutlah dengan plester rohani. Yaitu firman Tuhan. Engkau mungkin tidak bisa melakukannya sendiri. Itulah gunanya komunitas orang percaya. Gereja adalah komunitas orang percaya. Jika engkau mengalami sakit hati, kejenuhan hidup dan kejatuhan, maka tempatnya adalah gereja. Dan luka yang telah engkau balut itu sebaiknya jangan engkau buka-buka lagi plesternya. Janganlah engkau memelihara sakit hati itu. Biarkanlah waktu yang akan menyembuhkan. Teruslah obati luka itu dengan pengucapan firman Tuhan. Dan berupayalah agar kau bisa mengampuni orang yang bersalah kepadamu. Memang sulit, siapa bilang gampang ? kalau mau gampang ya makan kerupuk saja. Tinggal gigit lalu kunyah.

 

Disamping membangun menara jaga Uziapun menggali banyak sumur. Memberi minum ternak dan memberi irigasi kepada pertanian. Ini sebuah contoh seorang pemimpin yang bijaksana. Ia memperhatikan baik bidang pertahanan maupun perekonomian bangsanya. Pertahanan sangat penting, karena tanpa pertahanan musuh akan dengan mudahnya menginjak-injak kedaulatan bangsa. Namun pembangunan di bidang infrastruktur ekonomi juga tidak kalah pentingnya.

 

Itu adalah arti harafiahnya, namun apakah arti rohaninya?, jika Menara jaga diartikan dengan doa maka pembangunan di bidang infrastruktur pertanian dan peternakkan tadi bisa diartikan pemeliharaan jemaat. Jemaat perlu juga dibina. Mereka harus diberi makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang tepat. Oleh sebab itu seyogyanyalah gereja tidak asal saja mengundang pengkhotbah untuk berkhotbah digerejanya. Lagipula gembala jemaat musti memiliki panduan pengajaran untuk diberikan kepada jemaatnya. Latihlah mereka untuk melakukan perkara-perkara rohani yang dibutuhkan. Tidak bisa hanya berkoar-koar dari mimbar saja. Gembala harus lebih banyak memberikan pengajaran, bukan khotbah yang indah-indah saja, atau bahkan yang terkesan jenaka bag standing comedy. Buang semua khotbah-khotbah semu yang isinya hanya guyonan saja. Boleh memberi intermezo, karena jemaat pasti akan bosa jika khotbah pendeta cuma itu-itu saja. Kering tanpa senyum dan tawa. Namun isilah khotbah anda dengan pengajaran dasar kekristenan.

 

Yuk kita baca ayat berikutnya:

 

Efesus 6: 11-18

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

 

Wow, ini adalah ayat yang sangat terkenal. Mungkin sejak kecil kau telah menghapal ayat ini. Waktu kita duduk di bangku gereja anak, atau lebih akrab disebut Sekolah Minggu pastilah kau telah di perintahkan oleh para pendidik kita untuk menghapalkan tujuh jenis senjata Allah: ayo kita ulangi sekali lagi, senjata perang kita adalah:

 

1.Ikat pinggang KEBENARAN

2.Bajuzirah KEADILAN

3.Kasut KERELAAN MEBERITAKAN INJIL damai sejahtera

4.perisai IMAN

5.Ketopong KESELAMATAN

 

6.PEDANG ROH

 

7.DOA.

 

Nah, coba engkau perhatikan, jika engkau diharuskan memberikan klasifikasi berdasarkan fungsinya  dari ketujuh jenis senjata ini maka bagaimanakah pembagiannya ? Kalau saya begini:

 

I.GOLONGAN PERTAMA: SENJATA YANG BERFUNGSI  MEMPERTAHANKAN DIRI (DIFENSIF)

1.Ikat pinggang KEBENARAN

2.Bajuzirah KEADILAN

3.Kasut KERELAAN MEERITAKAN INJIL damai sejahtera

4.perisai IMAN

5.Ketopong KESELAMATAN

 

II. GOLONGAN KEDUA: SENJATA YANG BERFUNGSI MENYERANG

6.PEDANG ROH

III. GOLONGAN KETIGA: SENJATA YANG BERFUNGSI SEBAGAI RECHARGER

7.DOA.

 

Teman-teman pembaca, Untuk pertahanan diri ada lima senjata. Ikat pinggang berfungsi  untuk menstabilkan seluruh perlengkapan lainnya. Ini sangat dibutuhkan. Tanpa adanya ikat pinggang maka seluruh perlengkapan senjata yang kau miliki akan berantakkan tidak karuan. Tanpa KEBENARAN yaitu FIRMAN TUHAN maka seluruh pekerjaan kita menjadi sia-sia. Kita akan bekerja tanpa target. Segalanya akan ngawur seenaknya saja. Bajuzirah adalah pelindung bagi tubuh. Tanpa KEADILAN maka kita akan mudah diserang oleh musuh. Musuh akan mengintimidasi kita dengan mengatakan bahwa kita telah bertindak tidak adil didalam hidup ini. Dengan demikian kita tidak bisa menjadi teladan bagi lingkungan kita. Kasut adalah pelindung bagi kaki kita agar kita bisa bertindak lebih leluasa dalam peperangan. Dan kasut kita ini diberinama KERELAAN MEMBERITAKAN INJIL DAMAI SEJAHTERA. Injil adalah KABAR BAIK. Banyak hamba Tuhan yang berkata bahwa saya sedang MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN namun maaf kata ya, yang diberitakannya dimimbar bukanlah KABAR BAIK. Melainkan gosip. Tentang kejatuhan hamba Tuhan ini lah, majelis inilah, jemaat yang selingkuh lah, dan lain sebagainya. Mimbar telah menjadi serupa dengan infotainment di televisi-televisi. Selanjutnya adalah PERISAI IMAN. Perisai gunanya adalah untuk menangkis serangan musuh. Perisai di gunakaan didada, fungsi utamanya adalah untuk melindungi dada kita dari hujaman pedang musuh. Iman tumbuh didada orang percaya, dihati setiap pemercaya. Itu perlu dilindungi, perlu dipelihara. Jika tidak musuh akan segera mengarahkan serangan tusukkannya kesitu. Pedang musuh adalah pedang sakit hati, pedang kekecewaan, pedang dendam. Jangan biarkan pedang-pedang itu menghujami dada iman kita. Yang terakhir dari sejata golongan pertama ini adalah KETOPONG KESELAMATAN. Yaitu untuk melindungi kepala kita dari serangan musuh. Apa artinya?, dikepala ada otak, untuk berpikir. Tidak hanya hati yang harus terlindungi, melainkan pikiranpun harus kita jagai. Iblis bisa saja masuk melalui pikiran. Dia bisa melemahkan iman anda dengan ilmu pengetahuan palsu, kenapa saya katakan palsu?, karena ilmu pengetahuan yang sesungguhnya akan memuliakan Tuhan, bukan sebaliknya. Ada ayat yang berkata “LANGIT MENCERITAKAN KEMULIAAN TUHAN”. Jika ada orang yang berasumsi bahwa Tuhan itu sudah tidak ada, atau sudah mati, dulu dia ada, dia hidup, tetapi sekarang sudah mati, maka itu adalah ilmu pengetahuan palsu. Disebut PSEUDO GNOSTIK. Sedangkan hikmat yang dari TUHAN disebut EPIGNOSTIK. Ilmu pengetahuan yang mahatinggi. Baru-baru ini Stephen Hawking berkata bahwa “Untuk alam semesta ini bisa tercipta maka sosok TUHAN tidaklah diperlukan”. Wow, hebat sekali kau Stephen Hawking, 100 untuk ilmumu. Tapi bisakah engkau menyembuhkan penyakitmu ?. Teman-teman, sampai saat ini Stephen Hawking duduk di kursi roda, anggota tubuhnya empat-empatnya sudah tidak berfungsi. Bicarapun melalui alat bantu bicara elektronik. Wah dengan keterbatasan aktifitasnya kau berani sekali mengucapkan statement itu, yang dengan gagahnya kau sebut bahwa SOSOK TUHAN TIDAK DIBUTUHKAN.

 

Yuk, kita sampai di senjata golongan dua, yaitu PEDANG ROH. Nah ini adalah senjata untuk menyerang. Kita tidak bisa terus menerus mempertahankan diri. Kita perlu menyerang balik. Anehnya dari ketujuh senjata ini, 5 telah kita bicarakan, hanya pedang roh inilah yang berfungsi sebagai SENJATA PENYERANG. Hanya Firman TUHAN lah yang bisa dipakai sebagai alat pembantah seluruh ilmu pengetahuan palsu yang diajarkan oleh iblis dan antek-anteknya. Tanpa PENGENALAN FIRMAN TUHAN yang benar kita akan mudah saja mempercayai orang-orang yang berlabel berhikmat seperti Stephen hawking dan menganggabnya sebagai kebenaran.

 

Sekarang tinggal satu senjata lagi, yaitu DOA, nah yang ini juga sangat penting. Fungsinya adalah sebagai RECHARGER. Sesudah mengadakan perlawanan kita perlu merestorasi kembali tenaga kita, pikiran kita dan hati kita. Doa adalah nafas iman kita. Tanpa doa iman takkan dapat hidup, sebab ia tidak mendapatkan asupan energy, oksigen yang dibutuhkan bagi tubuh iman kita. Dan Oksigen itu adalah hadirat ALLAH.

Ya udah deh, segitu dulu ya teman-teman. Lain kali disambung kalau ada ide lagi.

Hehehe…..

 

 

 

 

 

 

 

 

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: