Sekitar Kita

Just another WordPress.com site

AIR MANCUR

hidup ini seperti air mancur, setiap saat selalu ada yang baru, dan setiap air baru keluar itu bukanlah air yang tadi, dan air berikutnya bukanlah air yang ada sekarang ini. NIKMATILAH SETIAP PERISTIWA YANG DATANG KEPADAMU DENGAN PENUH SENYUMAN DAN RASA SYUKUR KEPADA TUHAN.

Memangkas carang liar di pohon rohani kita dengan Firman Tuhan

KETAATAN (Pelajaran dari kisah hidup DANIEL)

DANIEL 12:1-10

12:1 “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.

12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.”

12:5 Kemudian aku, Daniel, melihat, maka tampaklah berdiri dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain di tepi sungai yang sebelah sana.

12:6 Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: “Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?”

12:7 Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!”

12:8 Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”

12:9 Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.

12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

 

Perikop ini judulnya adalah akhir zaman. Pada era  1990 an hingga akhir 2000 gereja-gereja ramai membicarakan tentang akhir zaman. Ada yang berani meramalkan sampai ketahun-tahunnya, bahkan ada yang berani menyebutkan tanggal mainnya. Seperti Filipus Jung Il Kuk dari korea yang berani meramalkan kedatangan Yesus yang kedua kali pada 28 Oktober 1992. Boleh-boleh saja engkau membuat penafsiran tentang akhir zaman. Namun kalau engkau sampai berani menyebutkan tanggal kedatanganNya satu hal yang harus kau ingat adalah Daniel sendiri tidak diberi tahu. Coba buka ayatnya, baca deh ayat yang diatas ini:

 

Daniel 12:4,28

Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.

12:8 Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”

12:9 Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.

 

Nah kalau Daniel sendiri saja tidak diberi tahu masakan kamu yang hanya hamba Tuhan biasa bisa tahu. Hati-hati. Bahkan Yesus saja menyebutkan begini:

 

Matius 24:36

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.

Nah, oleh sebab itu sikap kita yang benar dalam berbicara tentang akhir zaman adalah kita musti dengan rendah hati mengakui bahwa kita tidak tahu kapan tanggal kedatangannya. Yang bisa kita ketahui hanyalah tanda-tandanya.

 

MATIUS 24:32

Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

24:33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu

 

Di USA sudah diberlakukan penanaman Chip di instansi-instansi khusus. Jika engkau pergi ke bandara di sana beberapa warga yang sering bepergian dengan pesawat diberikan layanan cepat. Apa itu layanan cepat ?. Setiap orang yang ingin mendapatkan pelayanan cepat bisa melalui loket khusus. Tentu saja sebelumnya orang itu telah di data secara computerise. Sample irish matanya di scan terlebih dahulu. Kemudian seluruh pergelangan tangannya didata oleh computer. Jika ia melewati mesin scanner di loket maka semua data pribadinya akan muncul, mulai dari foto wajahnya, foto dahinya sampai mata, alamat domisilinya, id nya bahkan sampai data kesehatan rumah sakit dan asuransinya terbaca semuanya. Bahkan jika engkau penggemar ikan louhan sekarang ini beberapa perusahaan ikan louhan telah memberi semacam chip didalam tubuh ikan tersebut. Sehingga seandainya ikan itu dicuri maka dengan mudah polisi bisa melacak keberadaan ikan tersebut. Dewasa ini keadaan menjadi sangat sulit. Negara-negara maju memasuki ambang kebangkrutan dan perusahaan-perusahaan yang semula tak disangka akan pailid justru mengalami kehancurannya. Belum lagi ditambah dengan bencana alam yang terjadi dimana-mana. Ini adalah pertanda kehancuran dunia. Ini pertanda akhir zaman. Kira-kira pada tahun 12,000 SM sebuah gunung di Indonesia yang sekarang dikenal sebagai Krakatau, namun pada masa itu tidak dinamai demikian, melainkan disebut gunung atlantis meletus dengan letusan yang mahadahsyat. Membuat  suhu bumi yang ketika itu sedang mengalami zaman es di era pleistosen menjadi panas. Sehingga lapisan es meleleh menyebabkan banjir bandang secara besar-besaran yang kemudian membenamkan sebagian wilayah Indonesia. Dulu wilayah yang sekarang adalah laut jawa, selat malaka, selat sunda dan laut arafuru itu tidak ada. Semuanya itu masih berupa daratan. Akibat pelelehan es itulah maka area itu sekarang tertutup air. Seorang akhli bernama Prof.Aryo Santosh mengungkapkan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya wilayah Indonesia yang terendam air itu. Oke, seandainya gunung itu meletus lagi secara dahsyat sebagaimana letusan di era pleistosen itu, bagaimana ? Akankah itu menjadi pertanda kehancuran dunia ?. Pada zaman ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda, yaitu sekitar abad 18 an Gunung Krakatau pernah meletus juga. Dan itu menelan korban hingga ribuan nyawa melayang. Untunglah pada waktu itu jumlah penduduk Indonesia tidak sebanyak sekarang. Padahal letusan Krakatau di abad 18 itu belumlah sehebat letusannya di tahun 12,000 SM yang lalu. Ya, teman-teman semua, ini adalah pertanda kesudahan zaman.

 

Tapi saat ini kita tidak akan membicarakan soal akhir zaman. Yuk kita baca ayat 10 dari kitab yang telah kita baca diatas:

 

Daniel 12:10

Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

 

Firman Tuhan itu akan memurnikan hati kita. Firman itu akan membersihkan seluruh kehidupan kita. Sasaran dari pemuridan yang kami lakukan di GBI Sangkakala, yang di berikan oleh KCC  yang di pimpin oleh Ibu Maqdalene adalah : Mengerat carang-carang yang menghambat Pertumbuhan. Bayangkan jika anda adalah sebatang pohon anggur. Seharusnya yang anda hasilkan adalah buah anggur. Anggur itu manis dan segar. Namun sebagai batang anggur ternyata anda ditunggangi oleh benalu. Maka jika anda ingin tumbuh subur dan menghasilkan buah yang baik pertama-tama carang liar yaitu benalu itu harus di kerat terlebih dahulu.

 

Galatis 5:22

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

Seharusnya pohon rohani  anda menghasilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan dan penguasaan diri. Namun gara-gara ada benalunya sehingga tumbuh carang-carang liar, yaitu carang kesombongan, kerakahan, egois, iri hati, dengki, permusuhan, kebencian, pembunuhan, kenajisan, percabulan dll. Nah semua carang-carang benalu itu musti kita pangkas, kita basmi sampai keakar-akarnya.

 

Galatia 5:19-21

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

 

Sungguh luar biasa. Ternyata jika pohon rohani kita masih memiliki carang-carang benalu itu maka kita tidak akan mendapat tempat didalam kerajaan Allah. Nama kita tidak terdapat didalam kitab kehidupan di Surga. Karena kitab kehidupan itu ditulis berdasarkan apa yang telah kita lakukan dengan hidup kita. Apakah kita telah melakukan kehendakNYA ?, yang dimaksud dengan melakukan kehendak Allah bukan berarti kita menjadi aktifis di gereja, ya!, oh saya kan sudah jadi singer, bahkan Worship Leader lagi …., Oh saya kan pemain musik !, saya kan sudah membawakan renungan !. Tidak bukan itu. Kau boleh saja kegereja setiap hari. Bahkan tidur digereja sekalipun namun kalau kau tidak punya hati kepada Tuhan maka kau tidak akan terpakai.

 

Amsal  14:12

Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

 

Amsal  21:2

Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

 

Percuma kau melakukan sesuatu yang menurutmu baik, kalau sesuatu itu bukannya kehendak Tuhan. Kau boleh saja menyebar hartamu kepada orang-orang miskin. Tetapi kalau hatimu tidak ada Yesus nya maka semua tindakkanmu itu akan sia-sia. Karena kita tidak diselamatkan dengan perbuatan baik melainkan oleh anugerah Allah melalui Yesus Kristus.

 

Pada suatu hari didalam pemuridan digereja kami setiap orang diberikan form isian. Didalam form itu seluruh anggota diminta untuk menilai dirinya sendiri. Tentang kesetiaannya kepada Tuhan, Pelayanan kepada Tuhan, tentang ketaatan kepada pemimpin rohani dan tentang pengiringannya kepada Yesus. Ternyata tiap-tiap orang memberi nilai yang tinggi pada item-item tersebut. Ada yang memberi angka 7,8,9 bahkan ada yang berani memamerkan angka 10 pada pengiringannya kepada Yesus. Sesuah itu form itu dikumpulkan, lalu kami diberikan form lain lagi. Kali ini kami tidak di minta untuk menilai diri sendiri melainkan menilai teman-teman kami. Setelah semua form itu terisi maka form itu dikumpulkan. Memang sifat nya rahasia. Hanya fasilitator kamilah yang mengetahui isinya. Lalu fasilitator kami itu membuat nilai rata-rata. Ternyata setelah diumumkan nilai rata-rata yang diberikan oleh teman-teman kami sangat rendah. Yang semula memberi nilai dirinya 7, ternyata menurut nilai rata-rata yang teman-teman kami berikan hanyalah 2, atau yang menilai dirinya 8, ternyata hanya 3 dan yang 10 ternyata hanya 5. Rupanya waktu menilai diri kita sendiri kita menyangka kita sudah berbuat benar. Kita sudah baik. Sudah luar biasa. Itulah sebabnya ada yang berani memasangkan angka 10, luar biasa !, itu menurut pandanganku sendiri, bagaimana menurut pandangan orang lain ?. Kita selalu melihat selumbar dimata sesama kita tetapi lupa akan balok yang cukup besar yang merintangi mata kita. Sesudah itu fasilator kami mengajak kami untuk refleksi diri. Kita bandingkan kehidupan kita dengan para pahlawan Iman. Waktu di bandingkan dengan Yusuf masih ada yang berani menilai dirinya dengan angka 3.

“yang benar ?”, kata fasilitator kami. Kemudian dia membandingkan kami dengan kehidupan Daniel, yang dikebiri oleh raja nebukadnezar menjadi seorang kasim yang melayani pribadi raja, dimana seluruh harapan hidupnya hilang lenyap, masa depannya seolah tersaput awan kelam.

“berapakah nilai hidupmu jika hidupmu dibandingkan dengan Daniel ?”, kata Fasilitator kami.

Eh masih ada seorang peserta pemuridan yang belagu, namanya Yohanes Purwoko alias saya sendiri yang menyadur renungan ini yang berani menilai dirinya dengan angka 1. “Wow, angka satu ?”, kata fasilatator kami, “sekarang bagaiamana dengan Ayub ?, dalam satu hari seluruh hartanya habis, anak-anaknya tewas dalam sebuah kecelakaan secara bersamaan, belum cukup, seluruh tubuhnya terkena kanker kulit yang gatal dan sangat menderita, masih ada lagi, isterinya yang tercinta meninggalkannya, nah, sekarang Pak Yohanes, berapakah nilai hidupmu kalau dibandingkan dengan Ayub ?”. Aku tidak menjawab. Teman-teman yang lain pun diam. Kami semua sadar bahwa nilai hidup kami tak ada artinya dibanding mereka. Bahkan untuk menyebut angka 0-besar pun belum cukup. Sesudah itu Fasilitator kami, ibu Inta Handoyo berkata, “Nah sekarang bagaimana kalau dibandingkan dengan YESUS ?”.

“Wow…… tak ada artinya sama sekali !”, kata salah seorang dari teman kami. Semua kami menitikkan air mata, sadar bahwa kami telah membuat penilaian keliru terhadap masing-masing kami. Jika dibandingkan dengan Ayub saja tak ada apa-apanya, apalagi dengan YESUS sang Raja segala raja yang rela meninggalkan tahtanya di sorga untuk turun kedunia menderita sengsara menggantikan kita semua. Wah, sungguh tak artinya kami semua, seolah tenggelam didalam laut yang sangat dalam.

 

Oleh sebab itu jika mendengar Firman Tuhan dan Firman itu menegur kita bertobatlah dari dosa kita. Janganlah kita menghakimi orang lain, akh, firman itu tepat sekali buat si ini, atau si itu. Akh itu cocok sekali buat dia. Tuh dengar tuh Firman ! itu tepat sekali buat kamu yang curang !. jangan ! biarkan Tuhan berurusan sendiri dengan temanmu jika memang dia berbuat demikian. Firman yang kau dengar itu adalah untuk dirimu sendiri. Tidak perlu mengurus orang lain. Orang lain punya cerita sendiri dari Tuhan.

 

Wah masih banyak yang harus kubicarakan. Tapi ya, nanti lagi ya… sebab khotbahnya Ibu Pdt.Lie Tjin sudah selesai …. hehe…..

 

Disadur Oleh Yohanes Purwoko

Dari khotbah Ibu Pdt.Lie Tjin

GBI Sangkakala Tangerang

Minggu 17 Juni 2012

 

 

 

 

 

 

TUHAN MENYUKAI KETAATAN

 

I SAMUEL 15:16-23

 

15:16 Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya: “Katakanlah.”

15:17 Sesudah itu berkatalah Samuel: “Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?

15:18 TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.

15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?”

15:20 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.

15:21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.”

15:22 Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.

 

Dipercaya oleh Tuhan untuk melakukan sebuah tugas pelayanan adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Bayangkan, apakah bagusnya kita ini ?, apakah baiknya kita ini ?, sehingga layak untuk mengemban tugas pelayanan dariNYA. Jikalau menurut ukuran manusia maka kita ini adalah orang yang sudah tidak masuk hitungan. Kita telah berdosa kepada Tuhan, sedangkan mimbar gereja, pelayanan gereja, mendoakan orang sakit atau yang terkena masalah, memberi nasihat dan kunjungan(visitation) adalah kudus. Dan jika kita boleh mengambilnya itu bukanlah karena kita hebat, melainkan hanya oleh belas kasih Tuhan. Alangkah bodohnya jika ada orang yang memegahkan diri sambil menepuk dada, “nih khotbahku bagus bukan ?, pelajarannya dalam lho ?”, atau, “Suaraku paling bagus dari antara semua worship leader”, dll. Tidak, kita ini tidak ada apa-apanya.

 

Dalam bacaan kita diatas Firman Tuhan telah mengajarkan kita dengan contoh kehidupan pelayanan Saul. Saul adalah seorang rakyat biasa. Dia berasal dari kelompok clan yang paling kecil dari antara orang Israel, yaitu dari suku Benyamin. Jika dia diangkat menjadi raja itu semata-mata hanya karena anugerah Tuhan saja. Namun sayang sekali, Saul menyia-nyiakan kepercayaan Tuhan itu. Dia menjadi tinggi hati sehingga tidak mau dengar-dengaran terhadap Firman Tuhan. Sangkanya dengan menyelamatkan Raja Agak dia mendapat simpati rakyat sebagai seorang yang berbelas kasihan dan berjiwa sosial. Jika dia penuh welas asih mengapa justeru rakyat Amelek ditumpasnya tanpa sisa? Mengapa hanya rajanya yang ia selamatkan ? Atau dengan mengambil sebagian hewan yang seharusnya ditumpas sebagai korban bakaran ia akan dikenal sebagai seorang raja yang mengutamakan kepentingan ibadah daripada kepentingan pribadi. Ternyata bukan itu yang Tuhan mau. Yang Tuhan kehendaki adalah Saul melaksanakan hukuman Allah terhadap bangsa Amelek yang jahat, termasuk rajanya yang menyembah berhala. Firman Tuhan jelas sekali untuk itu.

 

I SAMUEL 15: 1-3

15:1 Berkatalah Samuel kepada Saul: “Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.

15:2 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.

15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

 

Lihat ayat diatas, bunyinya jelas sekali. Tanpa harus ditafsirkan kita sudah bisa mengerti artinya. Tuhan bilang tumpaslah bangsa Amalek oleh sebab bangsa itu telah menghalang-halangi perjalanan umat Israel. Bahkan segala ternak miliknyapun harus di bantai. Ternak disini berbicara masalah harta benda. Artinya Saul diperintahkan untuk menumpas segala penduduk Amalek beserta harta bendanya. Tuhan tidak mengizinkan bangsa Israel menjarah apapun yang menjadi milik orang Amalek. Namun yang dilakukan Saul adalah sebaliknya. Rakyatnya ditumpas, tetapi rajanya diselamatkan. Buat apa seluruh rakyat mati, tetapi rajanya diselamatkan ?. Lalu hewan ternaknya yang tambun-tambun, yang bentuknya bagus di jadikan korban bakaran. Katanya (????), katanya si Saul, barangkali malah bukan seluruhnya dijadikan korban persembahan, jangan-jangan sebagian ada yang diambil sebagai milik olehnya atau sengaja yang bagus-bagus itu di miliki olehnya ?. entahlah, siapa yang tahu ?

 

Yang jelas Tuhan berkata demikian:

 

I SAMUEL 15;22-23

15:22 Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.

 

Tuhan lebih menyukai ketaatan daripada korban persembahan. Pada suatu hari di gereja kami sehabis pendeta yang kami undang menyampaikan firman Tuhan dan disaat dia akan mengajak jemaat bernyanyi ia terkejut waktu menengok ketempat para pemain musik. Ternyata para pemain musik itu belum ada di tempatnya. Maka iapun berkata: “mari pemain musik saya undang maju kedepan untuk memainkan sebuah lagu …..”. Tetapi setelah menunggu beberapa detik para musisi itu belum juga menempati posisi instrumen yang seharusnya mereka mainkan. Akhirnya gembala dan majelis kami terpaksa keluar untuk mencari para pemain musik, Ternyata….. olala….. mereka tengah asyik-asyiknya menyantap somay…… Kemana saja mereka selama firman Tuhan disampaikan?, Mereka pelayan Tuhan semua, mereka bekerja untuk Tuhan, tetapi tidak mau mendengarkan firman Tuhan ?

 

Selanjutnya firman Tuhan pun berkata melalui Samuel bahwa dosa pemberontakkan (pendurhakaan) adalah  sama nilainya dengan dosa penyembahan berhala. Ingat, dosa penyembahan berhala adalah dosa yang paling dibenci Tuhan. Umat Israel dibinasakan oleh sebab menyembah anak lembu emas.

 

Nah , sekarang,coba kita perhatikan apa yang Saul katakan kepada Samuel sebagai jawaban atas teguran yang Samuel berikan.

 

I SAMUEL 15:19-21

15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?”

 

15:20 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.

15:21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkaN.

 

Bukannya bertobat malahan Saul berdalih yang macam-macam. Karena ini lah karena itu lah !, semua itu hanya demi pembenaran diri. Tuhan benci kepada lidah yang dolak-dalik. Sikap yang benar  saat kau ditegur Tuhan adalah  menyesalah dan bertobatlah. Kalau perlu berpuasalah seperti rakyat Niniwe. Jangan membantah, jangan membuat pembelaan. Mengakulah kepadaNYA dengan kerendahan hati seperti Daud, pada waktu  nabi Nathan menegurnya.

 

AMIN.

 

Take from: DOA PAGI GBI SANGKAKALA TANGERANG

Renungan oleh: Bapak Tjuan Beng

Disadur ulang oleh : Yohanes Purwoko,B.Min.

Sabtu 16 Juni 2012

 

Kebun Anggur

Minggu 10 Juni 2012

RENUNGAN KHOTBAH

GBI Sangkakala Tangerang

Jalan Imam Bonjol

 

Khotbah oleh     : Ibu Inta Handoyo

Wl oleh                 :Bp.Robby Paulus Wijaya

Singers                 : Ibu Kasih Delove

:Ibu Maywati

 

Lagu:

Apapun yang terjadi dalam hidupku ini

Tak pernah kuragukan kasihMu Tuhan

Lewat gunung yang tinggi dalam lembah yang curam

Tak pernah kuragukan janjiMu Tuhan

Kau berfirman dan sembuhkanku

Kau bersabda dan bangkitkan

Tiada yang mustahil bagiMu

Yesus kupercaya padaMU

 

Ayat firman TUHAN

Yohanes 15: 1-41

5:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

 

Suatu hari ibu Inta mengunjungi sebuah perkebunan anggur di Australia. Dia melihat sebuah pohon anggur, sebagai berikut:

Batang anggur itu amat kecil, besarnya hanya sepertiga dari  kelingking ibu Inta.

Ranting itu amat rapuh.

Namun pokoknya besar.

Kita mirip seperti ranting itu. Kecil. Namun apabila melekat pada pokoknya, yaitu Yesus Tuhan maka kita akan berbuah banyak. Dalam perkebunan anggur yang ibu Inta kunjungi semua carang itu diikat menjadi satu dengan pokoknya. Ikatan itu adalah bagaikan gereja Tuhan. Persekutuan dengan Tubuh Kristus.

 

Sekalipun ranting itu kecil dan rapuh namun batang pokoknya sangat kuat. Pokoknya lah yang menyebabkan pertumbuhan, bukan rantingnya. Rantingnya sendiri ga bisa bikin apa-apa. Kalau dia terpisah dari pokoknya maka dia akan mati.

 

SETIAP ranting itu dibersihkan. Dipangkas oleh pengusahanya. Daun-daun yang ga perlu dipotesin. Buah-buah yang berjejalan harus di jarangkan. Yang bantat dibuang. Supaya pohon itu menghasikan buah yang baik. Begitu juga Tuhan akan memangkas pohon kehidupan kita dari carang-carang yang tidak perlu.

 

Dua helai daun disisakan oleh pengusaha anggur untuk menudungi setiap gompyokkan anggur.

Daun pertama: adalah YAITU KEBANGGAAN BAHWA KITA MEMILIKI ALLAH YANG PERKATAAN ADALAH YA DAN AMIN. Allah yang TIDAK PERNAH BERDUSTA.

Daun kedua: YAITU KEBANGGAAN BAHWA ENGKAU BOLEH MELAYANI YESUS, RAJA SEGALA RAJA.

Manusia boleh membuang kita. Dunia boleh mengacuhkan engkau, nyuekin eloe, ga apa-apa, emang gue pikirin……! asalkan TUHAN MELAYAKKAN KITA UNTUK MELAYANI NYA….. wow…… ini lebih dari segalanya !.

 

Ketika engkau dibenci orang, ketika emosimu dipancing supir angkot dijalanan yang sering bertingkah laku kurang ajar, ketika engkau ditekan, masihkan ada buah-buah kebaikan keluar dari dirimu ? atau jangan-jangan yang keluar adalah buah-buah kemarahan, pembalasan. Kalau kita dimaki oleh supir angkot maka kita balas memakinya, malah kalau perlu  gaplokin aja tuh  cangkemnya si supir yang tidak berpendidikan itu.

 

Kita memiliki Allah yang benar. Kita memiliki Allah yang membela kita. Semua penderitaan yang kau alami dibumi ini tak bisa dibandingkan dengan besarnya kemuliaan yang akan kita terima kelak dari Bapa.

Didalam keagungannya Daud pernah mengalami dilema hidup, yaitu anaknya sendiri ingin mendepaknya dari tahtanya. Pada waktu itu Daud telah mengalami kejayaannya. Ia tak pernah mengira bahwa yang akan menindasnya adalah anaknya sendiri. Ia telah mengalahkan semua musuh-musuhnya. Mengapa itu terjadi ? Allah mengizinkan semunya itu untuk memangkas carang-carang yang tidak benar dari Daud, carang-carang kesombongan, tinggi hati, tidak mebutuhkan Tuhan. Dengan munculnya tantangan dari keluarganya sendiri Daud belajar untuk berserah kepada Tuhan.

 

Bapa bukanlah pengusaha kismis, tetapi anggur. Dia tidak ingin menghasilkan manisan yang sudah kering, melainkan buah yang segar. Gereja yang gemar berfilsafat, yang senang berdebat dan menghakimi gereja lainnya adalah bagaikan manisan anggur, atau kismis. Enak memang, namun tidak segar. Kalau kau banyak makan kismis maka kau akan terkena diabetik. Kismis adalah sesuatu yang mati. Tetapi anggur segar bervitamin.

 

Minggu, 10 Juni 2012

Renungan           :Ibu Inta (Gembala Jemaat GBI Sangkakala)

Disadur oleh       :Yohanes Purwoko

DOA

MEMBANGUN MENARA JAGA

 

Teman-teman yang baik. Wow, kita jumpa lagi ya. Setelah sekian lamanya kita berpisah. Maka saya akan memulai sebuah block yang baru. Yang berisi renungan Firman Tuhan. Kali ini kita akan membiacakan tentang pentingnya senjata-senjata rohani.

 

II TAWARIKH 26:9-10

Uzia mendirikan menara di Yerusalem di atas Pintu Gerbang Sudut di atas Pintu Gerbang Lebak dan di atas Penjuru, serta mengokohkannya.

Ia mendirikan juga menara-menara di padang gurun dan menggali banyak sumur, karena banyak ternaknya, baik di Dataran Rendah maupun di Dataran Tinggi. Juga ia mempunyai petani-petani dan penjaga-penjaga kebun anggur, di gunung-gunung dan di tanah yang subur, karena ia suka pada pertanian

 

Uzia masih berusia 16 tahun tatkala ia memerintah negeri Yehuda. Namun diusianya yang masih muda itu ia telah mampu membuat banyak perubahan bagi bangsanya. Ia memperoleh banyak kemenangan atas musuh-musuhnya. Tentu saja yang menjadi kunci dari keberhasilannya itu berada diayat yang keempat dan kelima:

 

II TAWARIKH 26:4-5

 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.

Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil

 

Yaitu HIDUP BENAR DIMATA TUHAN.

 

Kalau kita membaca ayat 9 dan 10 diatas dimana Uzia membangun menara diatas tembok Yerusalem. Untuk apakah menara itu ? tentu saja untuk mengintai musuh yang akan menyusup kedalam negerinya. Kita juga musti memiliki menara yang demikian. Dan menara kita adalah doa. Doa memagari kota rohani kita, yaitu kehidupan kita dari serangan musuh. Siapakah musuh kita ? tentu saja kalau engkau menyebutnya iblis itupun tidak salah. Namun musuh kita bukan hanya iblis. Tetapi keakuan kita, ego kita dan sifat tamak kita. Memang iblis menstimuli kelemahan kita. Dia menyusup agar dosa bisa menguasai hidup kita. Ia mencari celah yang terbuka. Ia bisa masuk melalui luka bathin yang berkepanjangan. Makanya kalau engkau terluka segeralah sembuhkan luka itu. Balutlah dengan plester rohani. Yaitu firman Tuhan. Engkau mungkin tidak bisa melakukannya sendiri. Itulah gunanya komunitas orang percaya. Gereja adalah komunitas orang percaya. Jika engkau mengalami sakit hati, kejenuhan hidup dan kejatuhan, maka tempatnya adalah gereja. Dan luka yang telah engkau balut itu sebaiknya jangan engkau buka-buka lagi plesternya. Janganlah engkau memelihara sakit hati itu. Biarkanlah waktu yang akan menyembuhkan. Teruslah obati luka itu dengan pengucapan firman Tuhan. Dan berupayalah agar kau bisa mengampuni orang yang bersalah kepadamu. Memang sulit, siapa bilang gampang ? kalau mau gampang ya makan kerupuk saja. Tinggal gigit lalu kunyah.

 

Disamping membangun menara jaga Uziapun menggali banyak sumur. Memberi minum ternak dan memberi irigasi kepada pertanian. Ini sebuah contoh seorang pemimpin yang bijaksana. Ia memperhatikan baik bidang pertahanan maupun perekonomian bangsanya. Pertahanan sangat penting, karena tanpa pertahanan musuh akan dengan mudahnya menginjak-injak kedaulatan bangsa. Namun pembangunan di bidang infrastruktur ekonomi juga tidak kalah pentingnya.

 

Itu adalah arti harafiahnya, namun apakah arti rohaninya?, jika Menara jaga diartikan dengan doa maka pembangunan di bidang infrastruktur pertanian dan peternakkan tadi bisa diartikan pemeliharaan jemaat. Jemaat perlu juga dibina. Mereka harus diberi makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang tepat. Oleh sebab itu seyogyanyalah gereja tidak asal saja mengundang pengkhotbah untuk berkhotbah digerejanya. Lagipula gembala jemaat musti memiliki panduan pengajaran untuk diberikan kepada jemaatnya. Latihlah mereka untuk melakukan perkara-perkara rohani yang dibutuhkan. Tidak bisa hanya berkoar-koar dari mimbar saja. Gembala harus lebih banyak memberikan pengajaran, bukan khotbah yang indah-indah saja, atau bahkan yang terkesan jenaka bag standing comedy. Buang semua khotbah-khotbah semu yang isinya hanya guyonan saja. Boleh memberi intermezo, karena jemaat pasti akan bosa jika khotbah pendeta cuma itu-itu saja. Kering tanpa senyum dan tawa. Namun isilah khotbah anda dengan pengajaran dasar kekristenan.

 

Yuk kita baca ayat berikutnya:

 

Efesus 6: 11-18

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

 

Wow, ini adalah ayat yang sangat terkenal. Mungkin sejak kecil kau telah menghapal ayat ini. Waktu kita duduk di bangku gereja anak, atau lebih akrab disebut Sekolah Minggu pastilah kau telah di perintahkan oleh para pendidik kita untuk menghapalkan tujuh jenis senjata Allah: ayo kita ulangi sekali lagi, senjata perang kita adalah:

 

1.Ikat pinggang KEBENARAN

2.Bajuzirah KEADILAN

3.Kasut KERELAAN MEBERITAKAN INJIL damai sejahtera

4.perisai IMAN

5.Ketopong KESELAMATAN

 

6.PEDANG ROH

 

7.DOA.

 

Nah, coba engkau perhatikan, jika engkau diharuskan memberikan klasifikasi berdasarkan fungsinya  dari ketujuh jenis senjata ini maka bagaimanakah pembagiannya ? Kalau saya begini:

 

I.GOLONGAN PERTAMA: SENJATA YANG BERFUNGSI  MEMPERTAHANKAN DIRI (DIFENSIF)

1.Ikat pinggang KEBENARAN

2.Bajuzirah KEADILAN

3.Kasut KERELAAN MEERITAKAN INJIL damai sejahtera

4.perisai IMAN

5.Ketopong KESELAMATAN

 

II. GOLONGAN KEDUA: SENJATA YANG BERFUNGSI MENYERANG

6.PEDANG ROH

III. GOLONGAN KETIGA: SENJATA YANG BERFUNGSI SEBAGAI RECHARGER

7.DOA.

 

Teman-teman pembaca, Untuk pertahanan diri ada lima senjata. Ikat pinggang berfungsi  untuk menstabilkan seluruh perlengkapan lainnya. Ini sangat dibutuhkan. Tanpa adanya ikat pinggang maka seluruh perlengkapan senjata yang kau miliki akan berantakkan tidak karuan. Tanpa KEBENARAN yaitu FIRMAN TUHAN maka seluruh pekerjaan kita menjadi sia-sia. Kita akan bekerja tanpa target. Segalanya akan ngawur seenaknya saja. Bajuzirah adalah pelindung bagi tubuh. Tanpa KEADILAN maka kita akan mudah diserang oleh musuh. Musuh akan mengintimidasi kita dengan mengatakan bahwa kita telah bertindak tidak adil didalam hidup ini. Dengan demikian kita tidak bisa menjadi teladan bagi lingkungan kita. Kasut adalah pelindung bagi kaki kita agar kita bisa bertindak lebih leluasa dalam peperangan. Dan kasut kita ini diberinama KERELAAN MEMBERITAKAN INJIL DAMAI SEJAHTERA. Injil adalah KABAR BAIK. Banyak hamba Tuhan yang berkata bahwa saya sedang MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN namun maaf kata ya, yang diberitakannya dimimbar bukanlah KABAR BAIK. Melainkan gosip. Tentang kejatuhan hamba Tuhan ini lah, majelis inilah, jemaat yang selingkuh lah, dan lain sebagainya. Mimbar telah menjadi serupa dengan infotainment di televisi-televisi. Selanjutnya adalah PERISAI IMAN. Perisai gunanya adalah untuk menangkis serangan musuh. Perisai di gunakaan didada, fungsi utamanya adalah untuk melindungi dada kita dari hujaman pedang musuh. Iman tumbuh didada orang percaya, dihati setiap pemercaya. Itu perlu dilindungi, perlu dipelihara. Jika tidak musuh akan segera mengarahkan serangan tusukkannya kesitu. Pedang musuh adalah pedang sakit hati, pedang kekecewaan, pedang dendam. Jangan biarkan pedang-pedang itu menghujami dada iman kita. Yang terakhir dari sejata golongan pertama ini adalah KETOPONG KESELAMATAN. Yaitu untuk melindungi kepala kita dari serangan musuh. Apa artinya?, dikepala ada otak, untuk berpikir. Tidak hanya hati yang harus terlindungi, melainkan pikiranpun harus kita jagai. Iblis bisa saja masuk melalui pikiran. Dia bisa melemahkan iman anda dengan ilmu pengetahuan palsu, kenapa saya katakan palsu?, karena ilmu pengetahuan yang sesungguhnya akan memuliakan Tuhan, bukan sebaliknya. Ada ayat yang berkata “LANGIT MENCERITAKAN KEMULIAAN TUHAN”. Jika ada orang yang berasumsi bahwa Tuhan itu sudah tidak ada, atau sudah mati, dulu dia ada, dia hidup, tetapi sekarang sudah mati, maka itu adalah ilmu pengetahuan palsu. Disebut PSEUDO GNOSTIK. Sedangkan hikmat yang dari TUHAN disebut EPIGNOSTIK. Ilmu pengetahuan yang mahatinggi. Baru-baru ini Stephen Hawking berkata bahwa “Untuk alam semesta ini bisa tercipta maka sosok TUHAN tidaklah diperlukan”. Wow, hebat sekali kau Stephen Hawking, 100 untuk ilmumu. Tapi bisakah engkau menyembuhkan penyakitmu ?. Teman-teman, sampai saat ini Stephen Hawking duduk di kursi roda, anggota tubuhnya empat-empatnya sudah tidak berfungsi. Bicarapun melalui alat bantu bicara elektronik. Wah dengan keterbatasan aktifitasnya kau berani sekali mengucapkan statement itu, yang dengan gagahnya kau sebut bahwa SOSOK TUHAN TIDAK DIBUTUHKAN.

 

Yuk, kita sampai di senjata golongan dua, yaitu PEDANG ROH. Nah ini adalah senjata untuk menyerang. Kita tidak bisa terus menerus mempertahankan diri. Kita perlu menyerang balik. Anehnya dari ketujuh senjata ini, 5 telah kita bicarakan, hanya pedang roh inilah yang berfungsi sebagai SENJATA PENYERANG. Hanya Firman TUHAN lah yang bisa dipakai sebagai alat pembantah seluruh ilmu pengetahuan palsu yang diajarkan oleh iblis dan antek-anteknya. Tanpa PENGENALAN FIRMAN TUHAN yang benar kita akan mudah saja mempercayai orang-orang yang berlabel berhikmat seperti Stephen hawking dan menganggabnya sebagai kebenaran.

 

Sekarang tinggal satu senjata lagi, yaitu DOA, nah yang ini juga sangat penting. Fungsinya adalah sebagai RECHARGER. Sesudah mengadakan perlawanan kita perlu merestorasi kembali tenaga kita, pikiran kita dan hati kita. Doa adalah nafas iman kita. Tanpa doa iman takkan dapat hidup, sebab ia tidak mendapatkan asupan energy, oksigen yang dibutuhkan bagi tubuh iman kita. Dan Oksigen itu adalah hadirat ALLAH.

Ya udah deh, segitu dulu ya teman-teman. Lain kali disambung kalau ada ide lagi.

Hehehe…..

 

 

 

 

 

 

 

 

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.

Post Navigation