Sekitar Kita

Just another WordPress.com site

TUHAN MENYUKAI KETAATAN

 

I SAMUEL 15:16-23

 

15:16 Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya: “Katakanlah.”

15:17 Sesudah itu berkatalah Samuel: “Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?

15:18 TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.

15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?”

15:20 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.

15:21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.”

15:22 Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.

 

Dipercaya oleh Tuhan untuk melakukan sebuah tugas pelayanan adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Bayangkan, apakah bagusnya kita ini ?, apakah baiknya kita ini ?, sehingga layak untuk mengemban tugas pelayanan dariNYA. Jikalau menurut ukuran manusia maka kita ini adalah orang yang sudah tidak masuk hitungan. Kita telah berdosa kepada Tuhan, sedangkan mimbar gereja, pelayanan gereja, mendoakan orang sakit atau yang terkena masalah, memberi nasihat dan kunjungan(visitation) adalah kudus. Dan jika kita boleh mengambilnya itu bukanlah karena kita hebat, melainkan hanya oleh belas kasih Tuhan. Alangkah bodohnya jika ada orang yang memegahkan diri sambil menepuk dada, “nih khotbahku bagus bukan ?, pelajarannya dalam lho ?”, atau, “Suaraku paling bagus dari antara semua worship leader”, dll. Tidak, kita ini tidak ada apa-apanya.

 

Dalam bacaan kita diatas Firman Tuhan telah mengajarkan kita dengan contoh kehidupan pelayanan Saul. Saul adalah seorang rakyat biasa. Dia berasal dari kelompok clan yang paling kecil dari antara orang Israel, yaitu dari suku Benyamin. Jika dia diangkat menjadi raja itu semata-mata hanya karena anugerah Tuhan saja. Namun sayang sekali, Saul menyia-nyiakan kepercayaan Tuhan itu. Dia menjadi tinggi hati sehingga tidak mau dengar-dengaran terhadap Firman Tuhan. Sangkanya dengan menyelamatkan Raja Agak dia mendapat simpati rakyat sebagai seorang yang berbelas kasihan dan berjiwa sosial. Jika dia penuh welas asih mengapa justeru rakyat Amelek ditumpasnya tanpa sisa? Mengapa hanya rajanya yang ia selamatkan ? Atau dengan mengambil sebagian hewan yang seharusnya ditumpas sebagai korban bakaran ia akan dikenal sebagai seorang raja yang mengutamakan kepentingan ibadah daripada kepentingan pribadi. Ternyata bukan itu yang Tuhan mau. Yang Tuhan kehendaki adalah Saul melaksanakan hukuman Allah terhadap bangsa Amelek yang jahat, termasuk rajanya yang menyembah berhala. Firman Tuhan jelas sekali untuk itu.

 

I SAMUEL 15: 1-3

15:1 Berkatalah Samuel kepada Saul: “Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.

15:2 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.

15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

 

Lihat ayat diatas, bunyinya jelas sekali. Tanpa harus ditafsirkan kita sudah bisa mengerti artinya. Tuhan bilang tumpaslah bangsa Amalek oleh sebab bangsa itu telah menghalang-halangi perjalanan umat Israel. Bahkan segala ternak miliknyapun harus di bantai. Ternak disini berbicara masalah harta benda. Artinya Saul diperintahkan untuk menumpas segala penduduk Amalek beserta harta bendanya. Tuhan tidak mengizinkan bangsa Israel menjarah apapun yang menjadi milik orang Amalek. Namun yang dilakukan Saul adalah sebaliknya. Rakyatnya ditumpas, tetapi rajanya diselamatkan. Buat apa seluruh rakyat mati, tetapi rajanya diselamatkan ?. Lalu hewan ternaknya yang tambun-tambun, yang bentuknya bagus di jadikan korban bakaran. Katanya (????), katanya si Saul, barangkali malah bukan seluruhnya dijadikan korban persembahan, jangan-jangan sebagian ada yang diambil sebagai milik olehnya atau sengaja yang bagus-bagus itu di miliki olehnya ?. entahlah, siapa yang tahu ?

 

Yang jelas Tuhan berkata demikian:

 

I SAMUEL 15;22-23

15:22 Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.

 

Tuhan lebih menyukai ketaatan daripada korban persembahan. Pada suatu hari di gereja kami sehabis pendeta yang kami undang menyampaikan firman Tuhan dan disaat dia akan mengajak jemaat bernyanyi ia terkejut waktu menengok ketempat para pemain musik. Ternyata para pemain musik itu belum ada di tempatnya. Maka iapun berkata: “mari pemain musik saya undang maju kedepan untuk memainkan sebuah lagu …..”. Tetapi setelah menunggu beberapa detik para musisi itu belum juga menempati posisi instrumen yang seharusnya mereka mainkan. Akhirnya gembala dan majelis kami terpaksa keluar untuk mencari para pemain musik, Ternyata….. olala….. mereka tengah asyik-asyiknya menyantap somay…… Kemana saja mereka selama firman Tuhan disampaikan?, Mereka pelayan Tuhan semua, mereka bekerja untuk Tuhan, tetapi tidak mau mendengarkan firman Tuhan ?

 

Selanjutnya firman Tuhan pun berkata melalui Samuel bahwa dosa pemberontakkan (pendurhakaan) adalah  sama nilainya dengan dosa penyembahan berhala. Ingat, dosa penyembahan berhala adalah dosa yang paling dibenci Tuhan. Umat Israel dibinasakan oleh sebab menyembah anak lembu emas.

 

Nah , sekarang,coba kita perhatikan apa yang Saul katakan kepada Samuel sebagai jawaban atas teguran yang Samuel berikan.

 

I SAMUEL 15:19-21

15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?”

 

15:20 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.

15:21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkaN.

 

Bukannya bertobat malahan Saul berdalih yang macam-macam. Karena ini lah karena itu lah !, semua itu hanya demi pembenaran diri. Tuhan benci kepada lidah yang dolak-dalik. Sikap yang benar  saat kau ditegur Tuhan adalah  menyesalah dan bertobatlah. Kalau perlu berpuasalah seperti rakyat Niniwe. Jangan membantah, jangan membuat pembelaan. Mengakulah kepadaNYA dengan kerendahan hati seperti Daud, pada waktu  nabi Nathan menegurnya.

 

AMIN.

 

Take from: DOA PAGI GBI SANGKAKALA TANGERANG

Renungan oleh: Bapak Tjuan Beng

Disadur ulang oleh : Yohanes Purwoko,B.Min.

Sabtu 16 Juni 2012

 

About these ads

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: